Cara Budidaya Jamur Kuping yang Paling Mudah

Pertama,anda harus menyiapkan bibit jamur kuping. Pilihlah dengan kualitas yang baik,karena bibit kualitas yang baik akan menghasilkan kualitas yang baik pula. Bibit jamur kuping biasa dinamakan F4. Akan lebih baik jika anda membeli bibit jamur kuping ke took yang terpercaya,jangan asal membeli karena harganya murah. Karena harga yang murah tidak menjamin hasil akan baik pula.

Sebaiknya media tanam jamur kuping anda sesuaikan dengan habitat aslinya. Anda bisa mencampurkan serbuk gergaji,bekatul yang dicampur dengan air. Tapi jangan sembarang mencampur air dengan campuran bekatul dan serbuk gergaji tersebut,alangkah lebih baik jika secukupnya saja.

Fermentasi media tanam jamur kuping.dari hasil fermentasi ini,anda akan mendapatkan hasil yang sempurna dari penanaman bibit jamur kuping. Anda dapa memulainya dengan mendiamkan media tanam jamur kuping selama kurang lebih 3-5 hari. Nah,selama terjadinya proses fermentasi media tanam,suhu tersebut nantinya akan meningkat hingga 70 derajat Celcius.Agar fermentasi terjadi merata,dan seimbang anda bisa melakukan pembalikan media tanam ini juga setiap 2-3 hari sekali.media yang dapat anda gunakan yakni memiliki ciri-ciri, yaitu media akan berubah warna menjadi berwarna coklat atau kehitaman. Sangat penting kita memperhatikan media tanam jamur kuping pada saat ini.

Pembuatan baglog bibit jamur kuping.media tanam yang tadi telah melalui proses fermentasi,kini dapat anda masukan kedalam kantong plastik yang tahan terhadap panas,panas matahari tepatnya. Yang memiliki kapasitas sebesar 1 kg dengan ukuran 30 x 20 cm dan tingginya mencapai 20 cm.kemudian media tanam tersebut bisa anda padatkan dengan alat pengepresan atau juga dapat anda pukul-pukul dengan menggunakan botol.

Yang selanjutnya ialah proses sterilisasi jamur kuping.tujuan dilakukannya proses sterilisasi ini yaitu memberi uap pada media tanam agar mikroba liar yang terdapat pada media tersebut bisa mati dan terbebas dari kontaminasi dengan media tanam. Proses sterilisasi dengan dilakukannya di suhu 950 hingga 1200 celcius dengan waktu kurang lebih 6-8 jam.anda dapat mendiamkan baglog yang sudah di sterilisasi itu di ruang inokulasi hingga suhunya kembali lagi menjadi normal.

Selanjutnya,Inokulasi jamur kuping.Jika suhu di baglog sudah kembali menjadi normal,anda dapat melakukan proses inokulasi ini atau penanaman bibit jamur kuping di masing-masing baglog.Selama proses inokulasi,ruangan dan proses kerjanya diharuskan steril,bersih dan sirkulasi udara di dalam ruangan akan harus berlangsung dengan baik.anda dapat melakukannya dengan cara menyemprotkan kedua tangan dengan alcohol sebanyak 70% ,lalu kemudian anda harus memanaskan stik besi atau kawat dengan cara membakarnya diatas api,dan kemudian anda bisa dinginkan.kemudian semprot botol bibit tanaman menggunakan alkohol agar botol bibit steril,dan bersih tentunya. Lalu tak lupa,buka tutup kapas dari media tanam baglog diatas api yang digunakan itu untuk mengurangi kontaminasi,kemudian selanjutnya anda dapat memasukan stik atau kawat yang tadi pada botol bibit,dan anda bisa melepaskan penutup baglog tersebut,selanjutnya memasukan bibit jamur kuping kedalam mulut baglog. Anda bisa menggoyangkan cincin baglog agar bibit menyebar pada permukaan baglog dan menutup baglog dengan kapas yang anda telah siapkan.

Masa yang satu ini adalah masa yang ditunggu-tunggu,yakni masa pemanenan. Yang mana ditandai saat jamur kuping telah melebar,usia jamur kuping yang bisa dipanen yakni berusia 3-4 minggu. Selang beberapa bulan,anda bisa menanamnya lagi. Akan tetapi saat mecabut jamur kuping,harus dengan benar. Yakni dengan akarnya,jika masih ada akar yang tersisa makan akan berpengaruh pada proses penanaman jamur kuping selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *